Blackberry dengan gmail application
Banyaknya posting tentang Blackberry di blog ini tentu sudah memberikan indikasi bahwa saya adalah penggemar berat Blackberry. Of course, Blackberry rocks! Berulangkali saya berganti merek ponsel / PDA dengan berbagai macam tipe yang ditawarkan oleh masing-masing merek. Dari yang hanya memiliki fungsi-fungsi basic sampai yang lebih sophisticated. Belum pernah saya merasa benar-benar puas menggunakan produk-produk handset sebagaimana saya merasa nyaman menggunakan Blackberry jatah kantor, sebuah Blackberry jadul 7290 awal tahun ini.
Bahkan dengan handset yang sudah hampir menjadi fosil itu saya sangat terkesan. Handphone terakhir sebelumnya adalah SE P990i. Berpindah dari SE P990i ke BB 7290 merupakan sebuah kemunduran besar. Fitur-fitur keduanya tidak bisa dibandingkan, terlalu jauh. Setelah sedikit ‘berjuang’ untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam setting, keyboard, layout dan cara pengoperasian yang berbeda, ternyata saya justru ‘jatuh cinta’ pada benda ini. Tentu bukan karena model, justru 7290 untuk standar saat ini termasuk ‘aneh’, sama sekali tidak terlihat fancy. Bahkan terlihat jelek. Apalagi saya langsung memutuskan untuk hanya menggunakan satu handset. Sehingga kemana-mana hanya menenteng ‘benda aneh’ itu. Sementara sebagian besar orang -setidaknya di kantor saya- membawa-bawa dua handset, satu handphone (the fancy one) dan satu blackberry (the ugly one). Well, I’m not that kind of people, for me, carrying two handheld was simply too complicated.
Kehandalan Blackberry dalam menangani pekerjaan-pekerjaan berat -trafik email gila2an dan tentu saja pekerjaan-pekerjaan kantor- sangat cocok dengan apa yang saya butuhkan. Fungsionalitas email tentu tidak perlu dibahas lagi. Hingga saat ini, tidak ada mobile handset yang lebih baik dari Blackberry untuk menangani email. Tidaklah mengherankan karena memang sejak kelahirannya, Blackberry fokus pada komunikasi jenis ini. Blackberry pada awalnya adalah handset yang digunakan sebagai interactive pager. Voice dan SMS adalah ‘tambahan’ fungsi yang belakangan menjadi fitur standar Blackberry. Demikian pula tambahan fungsi multimedia dan koneksi data pita lebar (broadband). Di 7290, meskipun lambat, browsing dengan Blackberry tidaklah terlalu membosankan. Stabilitas yang menjadi kunci di sini. Blackberry hampir tidak pernah hang dan excellent dalam menangani sinyal radio yang diterimanya. Inilah yang membuat handset ini hampir tidak pernah lepas dari tangan saya.
SE P990i yang terkoneksi dengan Exchange Server -dan juga handset Windows Mobile atau beberapa tipe handset Symbian- juga memiliki kemampuan mirip Blackberry, push email. Tapi cobalah menggunakan handset ini untuk mengikuti mailing list hiperaktif dengan trafik lebih dari 500 email sehari. Jika email yang tersimpan di handset masih kurang dari 100, handset akan bekerja dengan normal. Artinya tidak ada penurunan performansi (menu responsiveness, kemungkinan untuk hang). Tapi begitu email sudah lebih dari 100, maka Symbian akan menjadi super duper lambat. Pernah juga saya menggunakan Windows Mobile. Baik Symbian maupun Windows Mobile hampir tidak ada perbedaan dalam performansi. Keduanya akan mabok untuk trafik berat. Belum lagi handheld akan segera kehabisan free space. Satu platform lagi yang belum pernah saya coba, iPhone.
Blackberry memiliki keunggulan dalam menangani tantangan seperti ini. Pengalaman saya, Blackberry masih bisa menyimpan ribuan email tanpa kehilangan performansi (akses menu tetap responsif). Handset Blackberry akan mulai melambat ketika free memory sudah terlalu kecil. Selain kehandalan push email, Blackberry juga melakukan kompresi terhadap data yang tersimpan. Kompresi ini akan menghemat banyak space di memory Blackberry yang sangat terbatas. Security juga masih yang terbaik. Koneksi melalui jaringan seluler di enkripsi secara end-to-end. Ini berarti jika ada orang iseng yang menangkap paket-paket data yang ditransmisikan melalui jaringan seluler, maka paket data itu sendiri tidak akan bisa terbaca. Di handheld data-data yang ada juga di enkripsi. Jika handheld dicuri orang, maka tidak ada jalan bagi orang tersebut untuk mengambil data-data yang tersimpan selama tidak mengetahui password. Jika ada yang mencoba-coba password dan salah, maka Blackberry akan melakukan self-wipe. Aman kan?
Pendeknya, Blackberry bisa menangani semua hal tersebut. Sangat cocok dengan kebutuhan saya (baik terkait dengan hobi maupun pekerjaan). Sekarang apakah saya bisa keep up? Ternyata tidak.
Ternyata saya akan merasa ‘terintimidasi’ setiap kali melihat inbox dengan unread message yang sedemikian banyak. Rapat satu atau dua jam dan ketika menengok inbox, sudah ada ratusan email masuk. Saya tinggal sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan, maka saya akan menghabiskan banyak waktu untuk membuat jumlah unread messages menjadi nol lagi. Dan yang lebih parah, saya sering kesulitan menemukan email-email penting kantor di antara ribuan email lain. Kesimpulannya, saya tidak mampu menangani banjir email seperti ini. Benar, kondisi ini bisa dengan mudah diselesaikan dengan melakukan Delete Prior Messages, tapi tetap saja saya harus melakukannya satu persatu untuk masing-masing account.
Bukannya semakin produktif, malah semakin banyak waktu yang tersita hanya untuk membaca email. Akhirnya, saya memutuskan untuk ‘melepas’ semua email account yang terkait dengan mailing list. Sesekali masing-masing account akan saya tengok hanya sekedar untuk melakukan Mark All as Read
Tapi memutuskan hubungan ternyata juga bukan solusi yang pas. Saya banyak kehilangan informasi-informasi up to date. Informasi-informasi tersebut adalah ilmu yang terkait dengan minat saya. Hal-hal yang memang pada dasarnya saya sukai. Segala macam trik, tips dan ilmu lain terkait gadget. Ketika saya cek lagi -melalui laptop tentunya- saya sudah banyak ketinggalan. So?
Ternyata ada jalan tengah, aplikasi gmail. Aplikasi ini bisa di download secara gratis dari Google. Dalam versi yang terakhir, rupanya telah banyak pengembangan yang memungkinkan pengguna untuk terhubung ke beberapa account sekaligus. Saya sudah pernah menginstall aplikasi ini di SE P990i dan menyerah. Meskipun 3G enabled, tapi -waktu itu- mengakses account gmail melalui P990i dan gmail app sangat lambat. Gmail versi yang terakhir (2.0.5) ternyata sudah jauh lebih cepat dari yang sebelumnya pernah saya coba (tapi jangan dibandingkan dengan push email Blackberry, tentu saja Gmail akan kalah jauh dalam hal kecepatan). Yang terpenting, meskipun aplikasi ini dirancang untuk platform 4.2, tapi rupanya berjalan sangat stabil di 4.5.
Tampilan aplikasi ini sama saja dari dulu. Tidak ada perubahan signifikan. Berusaha mimic tampilan gmail versi desktop.
Berikut beberapa keuntungan menggunakan aplikasi gmail :
- Nyaman. Dengan gmail, maka saya tidak akan merasa ‘terintimidasi’ dengan angka unread messages yang tertera di bagian atas layar. Ini adalah trik sederhana untuk memanipulasi pikiran saya sendiri.
- Lebih efektif membaca mailing list. Saya bisa membaca email berdasarkan thread. Secara alami, mailing list merupakan forum diskusi untuk menanggapi suatu thread. Dengan pengelompokan berdasarkan thread ditambah dengan shortcut khas Blackberry dalam menangani email, membaca mailing list terasa jauh lebih menyenangkan. Simple dan cepat.
- Free memory lebih banyak. Karena tidak di-push ke handheld, maka saya tidak lagi repot menghapus email-email yang sudah terbaca. Memory terasa jauh lebih lega. Sebelumnya, dalam sehari, jika seluruh email dari seluruh mailing list saya biarkan masuk ke handheld, maka memory free sudah akan jauh berkurang.
- Searchable. Setiap saat diperlukan, saya bisa dengan mudah mencari email-email terdahulu di seluruh mailbox gmail (dan mailbox lain yang di host di gmail).
Tidak ada sesuatu yang sempurna. Di antara kelebihan-kelebihan di atas, ada kekurangan-kekurangan yang menyertai, antara lain:
- Tidak real time. Email tidak lagi di-push ke handheld. Pada dasarnya gmail melakukan pengecekan ke mailbox untuk setiap periode tertentu. Jika ditemukan email baru, maka dia akan mendownload ke handset. Hal ini mengakibatkan saya kadang agak terlambat menanggapi email di mailing list. Tapi karena memang saya tidak berniat menjadi yang tercepat dalam menanggapi sebuah thread di mailing list, maka kekurangan ini tidak menjadi masalah.
- Battere lebih boros. Karena aplikasi gmail di handheld bersikap aktif, mancari koneksi dan melakukan pengecekan ke mailbox, maka batere cenderung lebih cepat terkuras. Ini berbeda dengan model push di mana server lebih aktif. Batere di handheld menjadi lebih irit.
Menggunakan aplikasi gmail (istilah teman-teman Amplop Merah) ternyata sangat membantu saya untuk tetap up to date dengan komunitas dan sekaligus memproteksi diri agar produktifitas tetap tinggi. Ada satu pengembangan dari google yang sangat saya harapkan, mengubah metode pull menjadi push. Dengan demikian dua kekurangan dalam list di atas akan terselesaikan.
Gambar di atas adalah isi Inbox Messages saya setelah menggunakan aplikasi gmail (note: kebetulan sedang tidak banyak pekerjaan dan trafik email kantor hanya berisi email-email iseng). Hanya email kantor (dengan BES) dan satu account gmail pribadi yang saya push ke handheld. Hidup dengan Blackberry, bersama ribuan email setiap hari, ternyata menyenangkan


